biokimia
adiWidget
Maandag 10 Junie 2013
Sondag 09 Junie 2013
Woensdag 05 Junie 2013
SEL-SEL TUMBUHAN DAN HEWAN
Pengamatan
pada Sel Bawang Merah, Ephitel Pipi,
Daun Rhoeodiskolor dan Hydrila
· Tanggal : 27 september 2012
· Tujuan :
1. Mengetahui berbagai macam bentuk sel hewan dan sel tumbuhan.
2. Membedakan bentuk sel hewan dan sel
tumbuhan.
3.
Mengidentifikasi struktur sel hewan dan sel tumbuhan.
· Dasar Teori.
Sel sangat mendasar bagi
ilmu biologi sebagaimanabatom bagi ilmu kimia. Seluruh organism terdiri dari
sel. Organisasi seluler adalah susunan bagian-bagian tubuh yang berupa kumpulan
sel. Sel berasal bahasa latin cellula yang
artinya kamar kecil. Istilah sel pertama kali dipakai oleh Robert Hooke (1665)
yang melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus menggunakan mikroskop.
Kemudian Brown (1831) mengemukakan bahwa sel merupakan suatu ruang kecil yang
dibatasi oleh membrane yang di dalam nya terdapat cairan (protoplasma). Proto
plasma terdiri dari plasma sel atau sito plasma dan inti sel atau nucleus. Di dalam inti sel terdapat plasma
inti atau nukleoplasma.
Ukuran sel bermacam-macam. Ada yang hanya1-10
mikron misalnya bakteri, ada juga yang mencapao 30-40 mikron misalnya protozoa
dan ada pola yang mencapai beberapa centimeter misalnya serabut kapas. Bentuk
sel juga bermacam-macam, meskipun ukuran sel sangat kecil strukturnya (susunannya) sangat rumit dan
masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Misalnya, mitokondria yang
terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energi sedangkan lisosom sebagai
pencerna. Bagian-bagian sel itu tidak dapat berdiri sendiri atau terpisah dari
sel, jadi bagian-bagian sel itu terdapat hubungan dan saling ketergantungan ,
karena itulah sel dipandang sebagai unit terkecil dari makhluk hidup.
Dari
adanya penemuan sel yang dikemukakan oleh beberapa peneliti tersebut maka
terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Salah satun perbedaan
yang khas dari sel hewan dan sel tmbuhan adalah adanya dinding sel pada sel
tumbuhan yangb didalam nya terdapat selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk
melindungi isi yang ada di dalam sel tersebut. Setiap dinding sel mempunyai
ketebalan yang berbeda, misalnya jika dibandingkan antara sel pada bawang merah
ternyata lebih tipis dibandingkan dengan dinding sel yang ada pada ubi kayu.
Perbedaan yang lain pada sel tumbuhan terdapat plastid dan kloroplas, sedangkan pada sel hewan tidak
memiliki plastida dan kloroplas tetapi memiliki sentriol.
Matthias schleiden, seorang
ahli anatomi tunbuhan schwan, ahli anatomi hewan berpendapat bahwa setiap
makhluk hidup tersusun oleh sel. Pendapat mereka dirumusskan dalam teori yang
berbunyi “sel merupakan kesatuan struktural kehidupan”. Untuk membedakan
struktur sel tumbuhan dan sel hewan , kita dapat menggunakan hydrila atau
velisneria dan dan sediaan sel ephitel pipi manusia kamudian diamati dengan
menggunakan mikroskop cahaya.
· Alat dan Bahan.
·
Alat : -
Mikroskop cahaya.
-
Kaca obyek.
-
Kaca penutup.
-
Pipet tetes.
·
Bahan : -
Bawang merah. - Hydrilla.
-
Daun Rhoediskolor. -
Tissu.
-
Hydrilla. - Silet.
· Cara Kerja.
ü Sel bawang merah.
1.
Keluarkan epidermis bawang merah dengan
menggunakan pinset atau tangan (epidermis luar dan epidermis dalam).
2.
Letakan pada kaca obyek.
3.
Tetesi dengan air secukupnya.
4.
Tutup dengan kaca penutup dengan hati-hati agar tidak terbentuk
gelembung udara.
5.
Amati di bawah mikroskop.
6.
Gambarlah hasil pengamatan tersebut.
ü
Daun
rhoeodiskolor.
1.
Sayatlah daun rhoeodiskolor menggunakan silet dengan sangat tipis.
2.
Letakkan sayatan tersebut di atas kaca
obyek.
3.
Tetesi dengan air secukupnya.
4.
Tutup dengan kaca penutup dengan
hati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara.
5.
Amati di bawah mikroskop.
6.
Gambarlah hasil pengamatan tersebut.
ü
Ephitel
pipi.
1.
Ambil satu batang tusuk gigi yang
bersih.
2.
Keruklah bagian dalam pipi dengan
menggunakan tusuk gigi.
3.
Gulir-gulirkan tusuk gigi tersebut pada
kaca obyek, testeskan metilenblue dengan menggunakan pipet tetes , kemudian
tutup dengan kaca penutup.
4.
Amatilah di bawah mikroskop dan
gambarlah hasil pengamatan terebut.
ü Hydrila.
1.
Ambil Hydrilla..
2.
Letakkan hydrila tersebut di atas kaca
obyek.
3.
Tetesi dengan air secukupnya.
4.
Tutup dengan kaca penutup dengan
hati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara.
5.
Amati di bawah mikroskop.
6.
Gambarlah hasil pengamatan tersebut.
· Hasil Pengamatan.
Obyek Penelitian |
Gambar |
Keterangan |
1.
Sel bawang merah.
(perbesaran 4x10)
|
- Terdapat ruang antar sel.
- Memiliki nukleus
(inti sel).
- Memiliki sitiplasma.
·
Pada pengamatan sel terlihat berwarna ungu.
|
|
2.
Ephitel rongga mulut.
(perbesaran
4x10)
|
- Tidak terdapat dinding sel, sehingga. mempunyai bentuk yang tidak tetap dan berubah-ubah.
- Tersusun oleh inti
sel.
- Mempunyai membrane sel.
- Memiliki Sitoplasma.
· Pada
pengamatan terlihat tidak berwarna.
|
|
3. Hydrila. |
- Memiliki klorofil.
- Memiliki nukleus.
- Memiliki sitoplasma.
|
|
4.
Daun Rhoediskolor.
|
![]() |
- Terdapat ruang antar sel.
- Memiliki nukleus
(inti sel).
- Memiliki sitiplasma.
· Pada
pengamatan sel terlihat berwarna merah muda.
|
· Pembahasan.
- Sel Bawang Merah.
Pada
pengamatan selaput bagian dalam bawang merah pada mikroskop terlihat sel-sel
bawang merah yang berlapis-lapis. Pada sel-sel bawang merah terdapat
organel-organel seperti sitoplasma, dinding sel, dan nukleus. Dinding sel
berfungsi untuk melindungi dan member bentuk pada sel. Nukleusnya berbentuk
oval dan merupakan organel terbesar dalam sel. Plastidanya berupa butir-butir
yang mengandung zat warna (ungu).
Sel
epidermis bawang merah mempunyai dinding sel yang berbentuk tidak beraturan ada
yang berbentuk segi enam yang memanjang ada juga yang mempunyai bentuk segi
empat yang memanjang. Sel epidermis bawang merah mempunyai bentuk yang tetep
dan tidak berubah-ubah karena di dalam sel terdapat dinding sel. Sel bawang
merah tersusun oleh-olah dinding sel, sitoplasma, inti sel.
- Sel Epitel Rongga Mulut.
Sel
epitel rongga mulut merupakan sel hewan. Pada sel ephitel rongga mulut ketika pengamatan,
terlihat adanya membrane sel, inti sel dan sitoplasma. Fungsi inti sel dan
sitoplasma pada sel hewan sama seperti
pada sel tumbuhan, bedanya pada sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel hewan
hanya mempunyai membran yang berfungsi untuk melindungi organel-organel yang
berada di dalam nya.
Sel
Mukosa pipi tidak mempunyai dinding sehingga mempunyai bentuk tidak tetap dan
mudah berubah-ubah bentuk sel nya. Mukosa pipi hanya mempunyai membrane sel
sehingga sel mukosa pipi termasuk sel hewan. Tersusun oleh inti sel, membrane
sel, sitoplasma. Dalam pengamatan menggunakan metilen biru untuk mewarnai sel
supaya lebih muda diamati.Penggunaan metilen birulah yang menyebabkan inti sel
hewan berwarna biru ketika diamati.
- Hydrilla.
Pada pengamatan struktur daun Hydrilla (Hydrilla
verticillata) yang dapat di lihat dengan pembesaran 10x yaitu butir-butir
kloroplast, jaringan tulang daun, sitoplasma, dinding sel, dan ruang antar sel.
Tumbuhan ini termasuk dalam kelas Hidrozoa, karena tumbuhan ini hidup di air.
- Daun Rhoeodiskolor.
Pada pengamatan struktur sel tumbuhan
dengan menggunakan umbi lapis bawang merah (Alium cepa) yang dapat dilihat pada
pembesaran 10x yaitu ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma. Komponen utama
sel tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma dan nukleus. Dinding sel berfungsi
untuk melindungi bagian dalam sel dan membentuk bagian sel. Sitoplasma
berfungsi sebagai tempat mengapungnya organel-organel sel. Selain itu juga terdapat ruang antar sel.
Berdasarkan pengamatan
yang termasuk sel tumbuhan adalah sel epidermis bawang merah, sel dau
rhoeodiskolor,hydrilla. Sedangkan yang termasuk sel hewan adalah sel epjitel
rongga mulut(ephitel pipi) karena tidak mempunyai dinding sel melainkan
mempunyai membrane sel.
“ PERBEDAAN
SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN “
SEL HEWAN
|
SEL TUMBUHAN
|
Ukuran
sel lebih besar daripada sel hewan
|
Ukuran
sel lebih kecil daripada sel tumbuhan
|
Bentuknya
tetap
|
Tidak
memiliki bentuk yang tetap
|
Memiliki
dinding sel
|
Tidak
Memiliki dinding sel
|
Memiliki
klorofil ( plastida )
|
Tidak
Memiliki klorofil ( plastida )
|
Mempunyai
Vakuola yang besar
|
Mempunyai
vakuola tapi kecil
|
Tidak
memiliki sentrosom
|
Memiliki
sentrosom
|
Mempunyai
inti sel
|
Mempunyai
inti sel
|
Mempunyai
sitoplasma
|
Mempunyai
sitoplasma
|
· Daftar Pustaka.
Campbell, 2008. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Setyaningsih Eko, 2011. Biologi “Bringing science to your Life” .
Bumi Aksara, Jakarta.
Syamsuri Istamar, 2004. BIOLOGI Jilid 2A. Erlangga, Jakarta.
Dinsdag 04 Junie 2013
JURNAL BASITH BIO2C
BUDIDAYA JAMUR KUPING
Analisis Karakteristik Flashover Dan Arus Bocor Pada Isolator Porselin Yang Dipengaruhi Polutan Lumut Bryum sp
KEANEKARAGAMAN BRYOPHYTA DI PEMANDIAN AIR PANAS TAMANHUTAN RAYA R. SOERYO CANGAR JAWA TIMUR
KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN LUMUT HATI EPIFITDI KEBUN RAYA BOGOR DIAN
LUMUT KERAK SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA
PEMAHAMAN KONSEP KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SLTP
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK KAYU JENIS Pleurotus sp UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS AZO
IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN IDENTIFIKASI FUNGI DALAM TAPE TALAS (Colocasia esculenta) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERUPA MODUL PADA POKOK BAHASAN FUNGI TERHADAP KETERAMPILAN MENGINTERPRETASI DATA SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit sebagaiPupuk terhadap Biodiversitas Tanah
KHASIAT JAHE BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIA
DESKRIPSI ALGA MAKRO DI TAMAN WISATA ALAM
BATUPUTIH, KOTA BITUNG
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KONAWEHA SULAWESI TENGGARA
SINTESIS SENYAWA BIS (1,2 – DIFENILFOSFINO) ETANADALAM PELARUT DIETILETER KERING
JENIS-JENIS ALGA EPILITIK PADA SUMBER AIR PANAS DAN ALIRANNYA DI KAWASAN CAGAR ALAM RIMBO PANTI KABUPATEN PASAMAN
PENGARUH LAMA PENYINARAN TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN KLOROFIL a Gracilaria verrucosa PADA SISTEM BUDIDAYA INDOOR
Pemanfaatan Reaktor Membran Fotokatalitik dalamMendegradasi Fenol dengan Katalisis TiO2 dengan Adanya Ion LogamFe(III) dan Cu(II)
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotikdari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalamUpaya Efisiensi Pakan Ikan
Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Produksi Hijauan dan Benih Kalopo(Calopogonium mucunoides)
PENGENDALIAN HAYATI ( Biologi Control ) SEBAGAI SALAH SATUKOMPONEN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)
MELIHAT KEANEKARAGAMAN ORGANISME
MELALUI
BEBERAPA TEKNIK GENETIKA MOLEKULER
Pengaruh Waktu Pengomposan Limbah Kapasterhadap Produksi Jamur Merang
ISOLASI DAN KARAKTERISASI JAMUR PENGHASILINULINASE YANG TUMBUH PADA UMBI DAHLIA(Dahlia variabilis)
SOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA DAUNMIMBA (Azadirachta indica A. Juss) SEBAGAI PENGHASILSENYAWA ANTIFUNGI TERHADAPJAMUR Candida albicans DAN Aspergillus niger
PENGARUH EKSTRAK ALGA COKELAT (Sargassum sp.) TERHADAPPERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli.
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ISLAMI MELALUI METODE PEMBINAAN AKHLAK ANAK MENURUT AL-GHAZALI
Analisis Karakteristik Flashover Dan Arus Bocor Pada Isolator Porselin Yang Dipengaruhi Polutan Lumut Bryum sp
KEANEKARAGAMAN BRYOPHYTA DI PEMANDIAN AIR PANAS TAMANHUTAN RAYA R. SOERYO CANGAR JAWA TIMUR
KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN LUMUT HATI EPIFITDI KEBUN RAYA BOGOR DIAN
LUMUT KERAK SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA
PEMAHAMAN KONSEP KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SLTP
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK KAYU JENIS Pleurotus sp UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS AZO
IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN IDENTIFIKASI FUNGI DALAM TAPE TALAS (Colocasia esculenta) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERUPA MODUL PADA POKOK BAHASAN FUNGI TERHADAP KETERAMPILAN MENGINTERPRETASI DATA SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit sebagaiPupuk terhadap Biodiversitas Tanah
KHASIAT JAHE BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIA
DESKRIPSI ALGA MAKRO DI TAMAN WISATA ALAM
BATUPUTIH, KOTA BITUNG
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KONAWEHA SULAWESI TENGGARA
SINTESIS SENYAWA BIS (1,2 – DIFENILFOSFINO) ETANADALAM PELARUT DIETILETER KERING
JENIS-JENIS ALGA EPILITIK PADA SUMBER AIR PANAS DAN ALIRANNYA DI KAWASAN CAGAR ALAM RIMBO PANTI KABUPATEN PASAMAN
PENGARUH LAMA PENYINARAN TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN KLOROFIL a Gracilaria verrucosa PADA SISTEM BUDIDAYA INDOOR
Pemanfaatan Reaktor Membran Fotokatalitik dalamMendegradasi Fenol dengan Katalisis TiO2 dengan Adanya Ion LogamFe(III) dan Cu(II)
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotikdari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalamUpaya Efisiensi Pakan Ikan
Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Produksi Hijauan dan Benih Kalopo(Calopogonium mucunoides)
PENGENDALIAN HAYATI ( Biologi Control ) SEBAGAI SALAH SATUKOMPONEN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)
MELIHAT KEANEKARAGAMAN ORGANISME
MELALUI
BEBERAPA TEKNIK GENETIKA MOLEKULER
Pengaruh Waktu Pengomposan Limbah Kapasterhadap Produksi Jamur Merang
ISOLASI DAN KARAKTERISASI JAMUR PENGHASILINULINASE YANG TUMBUH PADA UMBI DAHLIA(Dahlia variabilis)
SOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA DAUNMIMBA (Azadirachta indica A. Juss) SEBAGAI PENGHASILSENYAWA ANTIFUNGI TERHADAPJAMUR Candida albicans DAN Aspergillus niger
PENGARUH EKSTRAK ALGA COKELAT (Sargassum sp.) TERHADAPPERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli.
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ISLAMI MELALUI METODE PEMBINAAN AKHLAK ANAK MENURUT AL-GHAZALI
Teken in op:
Opmerkings (Atom)






